Pekerjaan Yang “HANYA” Ada Di Indonesia Part I


ANGKOT semua orang Indonesia pasti tau dengan transportasi publik ini (kecuali beberapa daerah yang tidak mengoperasikannya). Singkatan dari ANGkutan KOTa ini sungguh sangat merajalela dikota-kota besar JABODETABEK. Sebut saja Bogor yang terkenal Kota Seribu Angkot dan banyak lainnya. Anda tau?! dinegara lain tidak ditemukan mekanisme semacam angkot seperti di Indonesia. ANGKOT masuk jajaran “HANYA” Indonesiana.

Pencopet dan Perampok boleh banyak beredar di seluruh Dunia, tapi CALO sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan Indonesiana dari ‘Warisan Dunia Sifat Manusia’. CALO TIKET, CALO JABATAN, CALO KASUS sampai CALO ALUTISTA (ALat UTama sIStem persenjaTAan) ada di Indonesiana.

DUKUN adalah warisan Indonesiana yang belum ditetapkan UNESCO, jika jamu terjadi persaingan dalam penetapan warisan dunianya dengan Korea Selatan maka berbeda dengan dukun. Dukun walau belum ditetapkan sebagai warisan Dunia oleh UNESCO, tapi tidak ada hambatan untuk mengajukannya. Karena dukun “HANYA” ada dan satu-satunya diDunia negara yang memiliki dukun. Boleh ada Paranormal dan sejenisnya diAfrika, tapi DUKUN only one in the World. DUKUN BERANAK, DUKUN PENYAKIT dan DUKUN TELUH.

Tidak ada negara yang berani menyerang Indonesia, jika Amerika berani menyerang Vietnam dan Inggris berani menyerang Argentina maka berbeda dengan Indonesia. Apa yang menyebabkan negara besar enggan menyerang Indonesia? HANSIP. PertaHANan SIPil adalah kekuatan Non Militer yang dimiliki Indonesia. Anda tau?! ini “HANYA” ada diIndonesia saja.

Jika anda bepergian ke luar negeri jangan pernah memberi uang Rp.1000 ke juru parkirnya. Karena “HANYA” Indonesia yang memiliki sistem JURU PARKIR Pak Ogah di Dunia. Ditambah pelayanan asuransi tidak akan pernah diganti atau bertanggung jawab jika kendaraan anda hilang ditempat parkir.

KAKI LIMA, tidak ada istilah seperti itu dinegara lain. Dunia biasanya menyebut pedagang jalanan (Street Market). DiDunia banyak ditemukan pedagang jalanan, tapi hanya di Indonesia yang pedagangnya berjualan sampai tengah jalan dan mengganggu lalu lintas. Pedagang di Indonesia tidak takut ketabrak mobil karena kebal-kebal muka dan sifatnya.

Pekerjaan yang paling menjamur di Indonesia adalah KORUPTOR. UNESCO menetapkan Indonesiana sebagai Negara asal KORUPSI dengan ditetapkan “WARISAN DUNIA SIFAT PEMBUNUHAN HALUS”. KORUPTOR membunuh dengan pelan dan halus melakukannya, sehingga akan terasa menyakitkan bagi korbannya.

T.R.I.A.D dan Yakuza boleh menjadi mafia paling tangguh didunia, tapi di Indonesia ada mafia yang lebih tangguh dan sulit disingkirkan. MAFIA KASUS, MAFIA PAJAK, MAFIA PEMILU dan lainnya. Bagai kangker, mereka sulit dihilangkan dari wajah Indonesiana.

Dipublikasi di Indonesiana | Meninggalkan komentar

Generasi Non Pejuang ?

Tidak terasa sudah 65 tahun Indonesia tercinta ini merdeka dari penjajahan dan mulai menapaki pemerintahan berlandaskan Pancasila. Tanggal 17 Bulan Agustus Tahun 1945 Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan ini dengan penuh kebanggaan dan disambut diseluruh Indonesia dengan gema “Merdeka!”. Masa itu informasi tidaklah secepat sekarang, tapi dengan kebanggaan kemerdekaan itu dengan cepat terdengar. Proklamasi itu di dengungkan di Jakarta, tapi kebanggaannya sampai ke Aceh di sebelah barat, ke Papua disebelah timur, ke Pulau Sebatik di utara dan Kupang di selatan. Negara ini tidaklah memiliki bangsa yang satu, tapi dengan kebhinekaan dari berbagai bangsa itu Indonesia lahir sebagai bangsa pemersatu dari berbagai bangsa yang membentuk Bangsa Indonesia. Aceh, Batak, Minang, Melayu, Padang, Medan, Dayak, Sunda, Jawa, Bali, Madura, Bugis, Ambon, Maluku, Papua dan banyak lagi bangsa yang menjadi pembentuk dari Bangsa Besar Indonesia. Bahkan bangsa imigran dari Cina, India dan bangsa lainnya pun menyatakan kesatuannya sebagai BANGSA INDONESIA.

Masa itu Indonesia menjadi Negara panutan dan percontohan bagi Negara lain yang ingin merdeka dari kolonialisme. Indonesia menerapkan dua perjuangan, perjuangan dengan perang dan perjuangan diplomasi inilah yang menjadi bahan percontohan Negara lain yang ingin merdeka. Ketika sekutu mendarat di Surabaya dengan sombong setelah memenangkan perang besar, Bung Tomo mengobarkan pertempuran yang menjadi neraka bagi pasukan sekutu. Sehingga sekutu terusir dengan rasa malu kalah dari bangsa pejuang yang baru kemarin sore merdeka. Cut Nyak Dien dan Tengku Umar tidak kenal lelah karena mereka mengetahui kalau Negara besar ini akan merdeka dan perjuangannya tidak akan sia-sia. Patimura ditimur menyandang golok besarnya menantang penjajah bersenjatakan peluru-peluru panas yang siap menghujam tubuhnya. Dulu Pejuang-pejuang kita dengan penuh kebanggaan berjuang menuntut kemerdekaan bangsa ini. Sebelum Negara lain memikirkan sebuah momentum kemerdekaan, bangsa kita sudah mengobarkan semangat kemerdekaan dengan kata-kata “MERDEKA!”, “ALLAHUAKBAR!” dan “TUHAN MEMBERKATI!”.

Bangsa Pejuang?. Apakah masih cocok disandang Negara Indonesia ketika masyarakatnya merasa termarginalkan oleh pemerintahan yang dibentuknya?. Masyarakat hanya mampu melihat elit-elit politik mereka bertengakar dan saling menyalahkan. Sementara Mahasiswa Indonesia sebagai generasi penerus bangsa bermetamorfosis menjadi preman demonstrasi. Bukankah DEMONSTRASI adalah cara menuntut dan mengingatkan sesuatu yang menjadi kepentingan bangsa?. Tapi kenapa menjadi sebuah tontonan adu pukul, kerusuhan, membakar ban dan perusakan fasilitas yang dibangun dari uang rakyat.

Dulu Bangsa ini disebut sebagai bangsa yang ramah tamah dan erat kekeluargaannya. Sungguh dilema jika  keramah tamahan bangsa ini hanya berlaku dulu tidak sekarang. Semenjak kemerdekaan kita memang sudah telah lahir 4 generasi dari para pejuang dahulu. Apakah kita bukan generasi yang menurunkan darah pejuang-pejuang yang ulet, penuh semangat, berani, mandiri, dan bangga menjadi bangsa Indonesia?. Bagaimana bisa sebuah bangsa yang menjadi panutan bangsa lain didunia menjadi terkucilkan dan tidak memiliki jati diri di jaman sekarang.

Tidak ada kebanggaan yang bisa disandangkan lagi kepada bangsa besar ini. Indonesia era 70-80an terkenal kehebatan bulu tangkisnya. Indonesia 80-90an adalah macan Asia yang siap tinggal landas. Indonesia 90-00an terancam bubar seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. Terbukti Timor Timur menyatakan Referendumnya ditahun 1999 dan berubah menjadi Timor Leste. Hingga menjamur gerakan perlawanan diberbagai daerah seperti GAM (Gerakan Aceh Merdeka), RMS (Republik Maluku Selatan) dan OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Diawal kemerdekaan Indonesia menjadi sebuah kekuatan politik luar negeri yang berpengaruh besar. ASEAN, Gerakan Non Blok, Konfrensi Asia-Afrika adalah beberapa organisasi dunia yang Indonesialah pencetus dan penggagasnya. Beda sekarang lain dulu, boleh dulu Indonesia berbangga dengan pengaruh politik luar negerinya. Tapi sekarang untuk mempertahankan dua buah pulau kecil tak berpenghuni di ujung Kalimantan (Sipadan & Ligitan) Indonesia tidak memiliki pengaruh lagi di mahkamah internasional. Sehingga hilanglah dua buah pulau kecil tersebut ketangan Malaysia. Pulau itu memanglah kecil dan tidak berpotensi jika dibandingkan pulau-pulau Indonesia lainnya yang ada 17.000 buah. Tapi besar sekali arti dari dua pulau kecil tersebut dihati masyarakat Indonesia.

Generasi ini sungguh tidak mengalir darah pejuang, generasi ini lebih menyepelekan hal besar dan membesar-besarkan hal sepele. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saja bukanlah generasi yang lahir dimasa perjuangan. Taufik Kiemas ketua MPR bukanlah generasi yang lahir dimasa perjuangan. Hari ini sangat sulit mencari generasi pejuang terdahulu, rata-rata mereka sudah menghadap penciptanya dan jika masih hiduppun mereka tersisihkan oleh keangkuhan elit politik. Generasi sekarang lebih mementingkan mencari kesalahan orang lain dari pada mencari kesalahan sendiri. Generasi sekarang lebih mementingkan emosi dibanding otak dingin. Generasi Korupsi boleh, Generasi Perusuh oke, Generasi yang tidak memikirkan saudara lebih tepatnya. GENERASI NON PEJUANG????.

Note :

1. Pemerintahan Indonesia mulai kehilangan jalurnya untuk mensejahterakan rakyatnya. Pemerintah mulai membangun kembali jalur tersebut dan mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat. Ditengah pembangunan rel tersebut Pemerintah banyak digoyang kisah korupsi dan mafia kasus.

2. DPR/MPR penuh hiruk pikuk dengan elit politik yang mementingkan teman, saudara, golongan dan pribadinya dibandingkan bangsa, masyarakat dan nasionalismenya.

3. Militer Indonesia seperti macan ompong ditengah macan-macan Asiapasifik baru di sekelilingnya. 200 F-16 di Asia Tenggara cukup menjadikan Singapura sebagai Negara yang bisa saja meledek Indonesia yang tinggal belasan buah F-16nya. Malaysia baru saja membeli Kapal Selam Scorpen dan jumlahnya 4 buah, Indonesia memiliki 2 buah kapal selam yang sudah seharusnya dipensiunkan.

4. Mahasiswa generasi penerus bangsa memiliki darah pejuang, tapi sayang darah pejuang itu terlalu mengikuti emosi mereka sehingga jika mereka demonstransi maka akhirnya akan terjadi kerusuhan dan keonaran.

Dipublikasi di Indonesiana | Meninggalkan komentar

Konfrontasi Malaysia-Indonesia

“Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu juga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo…ayoo… kita… Ganjang…

Ganjang… Malaysia

Ganjang… Malaysia

Bulatkan tekad

Semangat kita badja

Peluru kita banjak

Njawa kita banjak

Bila perlu satoe-satoe!”

Hari itu Ir. Soekarno berapi-api sambil mengacungkan tangannya di mimbar terhormat. Bukan karena kebudayaan kita dicuri atau TKW kita disiksa majikannya di Kuala Lumpur, tapi karena terjadi konfrontasi terbesar antara Malaysia-Indonesia di tahun 1961-1966. Seluruh dunia menyaksikan sebuah konfrontasi terbesar diantara dua Negara serumpun, bagaimana dua Negara yang baru saja bebas dari kolonialisme memperebutkan bekas tanah koloni dari Inggris diujung pulau Borneo (Kalimantan)?.

Kata-kata “Ganjang Malaysia!” menjadi terkenal sehingga seorang penulis buku terkenal Will Fowler mengabadikan dalam bukunya dengan masih memakai ejaan Soekarno. Kemarahan Soekarno disulut oleh tindakan profokatif dari Federasi Tanah Melayu yang menginginkan (atas ide dan persetujuaan Inggris) menggabungkan Federasi Tanah Melayu, Singapura, Brunei, Serawak dan Sabah (Borneo Utara).

Tidak hanya itu, setelah terjadi demonstrasi anti Indonesia di Kuala Lumpur, para demonstran menyerbu kedubes Indonesia dan menginjak-injak lambang garuda pancasila dan foto presiden Soekarno. Meledaklah kemarahan Soekarno apalagi setelah mengetahui kalau perdana menteri Tuanku Abdurahman Malaysia disuruh menginjak lambang Negara Indonesia tersebut oleh para demonstran.

Presiden Soekarno langsung membentuk dan menyatakan DWIKORA sebagai pengobar untuk “mengganjang Malaysia”. Dikarenakan ini bukanlah perang terbuka atau perang antara pasukan regular masing-masing Negara, maka perseturuan dua Negara tetangga ini tidak disebut sebagai perang Malaysia-Indonesia tapi lebih dikenal konfrontasi Malaysia-Indonesia. Awalnya Soekarno tidak menginginkan terjadi konfrontasi dan TUanku Abdurahman pun berpikiran seperti itu. Tapi karena atas saran dan perintah dari Inggris, maka Pemerintah Malaysia melanggar perjanjian Manila yang menyatakan akan diadakan Referendum oleh PBB (UN). Mengetahui hal itu maka pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan langsung menindaknya.

Pemerintah Filipina yang juga mengklaim Sabah (Borneo Utara) tidak mengirimkan tentaranya atas kejadian pelanggaran perjanjian tersebut. Tapi Presiden Soekarno yang terlanjur sudah marah atas perlakuan Malaysia dan Inggris dengan Persemakmurannya yang menginjak-injak perjanjian tersebut, menyatakan konfrontasi. Presiden Soekarno mengatakan kalau Malaysia adalah boneka Inggris dan mengganggu kemerdekaan dan stabilitas Indonesia kedepannya.

Indonesia banyak melakukan propaganda untuk menakuti dan menebarkan teror bagi Persemakmuran. Seperti menggelar penyebaran selebaran dari udara oleh Tu-16 kedaerah Serawak dan menebarkan ketakutan kedalam wilayah Australia dengan menjatuhkan perlengkapan tentara di tengah daratannya. Persemakmuran dan Inggris tidak tinggal diam, mereka juga melakukan Operasi Claret yang dilakukan oleh SAS & SAS-R.

Operasi Claret adalah operasi dimana pasukan khusus inggris dan Australia menyusup kedaerah Indonesia di Klaimantan Timur. Padahal mereka berkomitmen hanya untuk bertahan tanpa menyerang kedaerah Indonesia. Hal ini diakui oleh Australia pada tahun 1996 atas terjadinya operasi Claret.

Selain menggelar pasukan khusus SAS (Inggris) & SAS-R (Australia), Persemakmuran juga mengirim SAS Slandia Baru, Gurkah (Pasukan Khusus dari Nepal yang dilatih oleh Kerajaan Inggris) dan pasukan dari daerah kolonialisme kerajaan Inggris lainnya. Indonesia mengerahkan RPKAD (KOPASSUS sekarang), pasukan SIliwangi dan KKO (Marinir sekarang).

Indonesia menyerang dari dua arah, yaitu dari Kalimantan Barat yang menyerang Serawak dan dari Kalimantan Timur yang menyerang Sabah. Sementara KKO dipersiapkan untuk menyerang pulau Sebatik bagian utara yang dikuasai Persemakmuran. Banyak terjadi bentrokan antara RPKAD dan SAS, sehingga menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak. Akibat dari agresifnya serangan Indonesia kedaerah Serawak dan Sabah maka penduduk setempat jadi tidak bersimpati kepada Indonesia.

Melihat dari alutsista Indonesia saat itu yang memiliki perlengkapan AURI (TNI-AU sekarang) yang memiliki perlengkapan yang memadai, sudah dipastikan pasti Indonesia akan menang dalam konfrontasi tersebut. Juga ALRI (TNI-AL sekarang) memiliki beberapa kapal laut yang modern dan terbaru sehingga menebarkan ketakutan kepada Malaysia dan Persemakmuran. Tapi hal itu tidak terjadi juga dikarenakan Indonesia berkomitmen untuk tidak menggelar pasukan regulernya lebih besar. Dan juga tidak ada gerakan profokatif lagi dari Malaysia dan Persemakmuran.

Akhir dari konfrontasi ini adalah penarikan mundur Indonesia dari Serawak dan Sabah. Dikarenakan 1966 Indonesia mengalami G30S-PKI yang mengakibatkan Presiden Soekarno turun dari jabatannya dan diganti Jenderal Soeharto yang langsung menghentikan konfrontasi dan menyetujui perjanjian Bangkok. Indonesia & Malaysia mengalami kerugian yang besar dari harta dan jiwa. Jika terjadi perang yang lebih besar dan terbuka maka tidak akan terelakkan lagi kerugiaan yang lebih besar dikedua belah pihak.

Note :

1. Mapalindo (Malaysia-Pilifina-Indonesia) adalah jargon yang digembar-gemborkan Inggris sebagai penyudut Pemerintahan Soekarno. Inggris menuduh Soekarno ingin menciptakan sebuah Negara yang melingkupi Malaysia-Pilifina-Indonesia yang disingkat MAPALINDO. Sesuai dengan literature yang ada Soekarno tidak ada rencana untuk melakukan hal tersebut, hal itu hanya tuduhan tak berdasar dari Inggris. Malahan Soekarno memiliki komitmen tidak mengakui wilayah Timor Leste yang pada saat itu masih daerah jajahan Portugal. Soekarno hanya menginginkan persatuan Papua dan Borneo Utara dengan Indonesia.

2. TNKU (Tentara Nasional Kalimantan Utara) Pasukan yang dikatakan berhaluan komunis dan melakukan pemberontakan didaerah kesultanan Brunei dan menginginkan kemerdekaan daerah Borneo Utara. TNKU dinyatakan dibantu oleh pemerintah Indonesia untuk melakukan pemberontakan diwilayah Borneo Utara. Sehingga dalam buku-buku sejarah Malaysia sekarang ada sepenggalan cerita tentang pemberontakan komunis di Borneo Utara yang kebetulan bertepatan dengan konfrontasi Malaysia-Indonesia. Sehingga mereka menyatakan kalau Indonesia membantu pemberontakan komunis di Borneo Utara tersebut. Padahal ide perlawanan tersebut sudah berbeda dengan Indonesia yang hanya ingin mempersatukan Borneo Utara ke Indonesia. Sementara TNKU menginginkan kemerdekaan wilayah tersebut dengan haluan komunis.

Pendaratan Pasukan Inggris Di Brunei

Anggota KKO (Marinir) Ditangkap Gurkhas (Nepal)

Gurkhas Soldier (Pasukan Nepal yang Dilatih UK)

RPKAD (Kopassus) Yang Akan Diterjunkan Di Sabah

Dipublikasi di Politik Luar Negeri | 4 Komentar

Abstraksi Indonesiana…

Dipublikasi di Indonesiana | Meninggalkan komentar